Kantor Imigrasi Wonosobo Sosialisasikan Pencegahan TPPO dan TPPM serta Pengenalan Poltekimipas Kepada Siswa SMA

TRAVELNESIA, WONOSOBO – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo menyelenggarakan
Sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Tindak
Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), serta pengenalan Politeknik Imigrasi
dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) kepada siswa SMA sebagai bagian dari
upaya meningkatkan literasi keimigrasian dan membangun kesadaran generasi
muda terhadap bahaya kejahatan transnasional yang semakin berkembang.
Kegiatan dilaksanakan pada dua kesempatan yang berbeda. Pelaksanaan pertama
pada Kamis, 16 Juli 2026 bertempat di SMAN 2 Wonosobo dan pelaksanaan
kedua pada Selasa, 21 Juli 2026 bertempat di SMAN 1 Wonosobo. Sasaran
utama kegiatan ini adalah siswa SMA kelas XII. Pemilihan peserta didasarkan pada
pertimbangan bahwa mereka berada pada usia produktif dan akan melanjuitkan ke
jenjang selanjutnya yaitu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau
memasuki dunia kerja, sehingga perlu dibekali pemahaman tentang bekerja di luar
negeri secara legal, aman dan bertanggung jawab apabila para siswa ingin
memasuki dunia kerja dan pemahaman mengenai sekolah kedinasan yang dimiliki
oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yaitu Poltekimipas (Politeknik
Imigrasi dan Pemasyarakatan) apabila ingin melanjutkan Pendidikan ke jenjang
selanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, materi mengenai TPPO, TPPM, dan layanan keimigrasian
disampaikan oleh Rahardian, Analis Keimigrasian Ahli Pertama pada Kantor
Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo. Materi yang diberikan meliputi pengertian
TPPO dan TPPM, modus operandi yang sering terjadi, langkah pencegahan, serta
edukasi mengenai jenis paspor, persyaratan permohonan paspor, dan dokumen
yang diperlukan bagi masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri secara
prosedural.
Selain itu, taruna dan taruni Poltekimipas yang sedang melaksanakan Latihan Kerja
Bhumi Pura (Latjapura) di Kantor Imigrasi Wonosobo turut memperkenalkan
PoltekImipas kepada para siswa. Mereka menjelaskan profil kampus, program
pendidikan, kehidupan taruna, hingga prospek karier setelah lulus sebagai aparatur
sipil negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui
kegiatan ini diharapkan para siswa memperoleh wawasan mengenai peluang
melanjutkan pendidikan melalui jalur sekolah kedinasan.
Kepala Kantor Imigrasi TPI Wonosobo, Taufan, menyampaikan bahwa edukasi
kepada generasi muda merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam
mencegah terjadinya TPPO dan TPPM. Menurutnya, berbagai modus perekrutan
dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi maupun pendidikan di luar negeri tanpa
prosedur yang jelas masih kerap ditemukan dan menyasar kalangan usia muda.
“Pencegahan TPPO dan TPPM tidak dapat dilakukan hanya melalui penegakan
hukum, tetapi juga harus diawali dengan peningkatan kesadaran masyarakat.
Melalui sosialisasi ini kami berharap para siswa mampu mengenali berbagai modus
kejahatan tersebut, memahami pentingnya mengikuti prosedur keimigrasian yang
benar, serta menjadi agen informasi di lingkungan sekitarnya. Kami juga
memperkenalkan Poltekimipas sebagai salah satu pilihan pendidikan kedinasan bagi
generasi muda yang ingin mengabdikan diri kepada bangsa dan negara di bidang
keimigrasian dan pemasyarakatan,” ujar Taufan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *