Ada Es Krim di Hamparan Pucuk Kebun Teh Tambi

TRAVELNESIA, WONOSOBO- Berwisatalah dengan hati, berwisatalah pula dengan kenyamanan-kenyamanan yang sederhana. Begitulah kira-kira bisa ditemui di hamparan kebun teh Bedakah. Perusahaan teh berbesar di Jateng yang separo sahamnya milik Pemda itu.
Es krim dan pucuk teh. Dua hal ini semacam sepasang. Sama-sama melengkapi. Adem ketemu adem. “Hasilnya menentramkan” kata seorang wisatawan asal Semarang Vina (23) yang ditemui dilokasi, Senin (14/9).
Vina adalah satu gambaran wisatawan yang sebenarnya sama seperti lainnya saat menikmati hamparan teh Tambi itu. Piknik di lokasi panas kemudian minum es sudahlah biasa. Namun wisata di suasana dingin minum es krim barulah luar biasa.
Bagi Vina mencari sensasi berbeda adalah satu tren anak muda saat ini. Agar tidak biasa atau minimal dalam kontek medsos menjadi memiliki nilai.
Di sepanjang kurang lebih 8 kilometer antara wilayah Damarkasiyan sampai Bedakah jalan raya menuju Kledung anda disajikan hamparan teh yang adem. Disela-sela jalur itu saat ini banyak ditemui pedagang kali lima berjajar. Disitulah anda bisa mendapati es krim yang enak dan lembut itu, tepatnya di jalur batas Damarkasiyan.

Dia bersama teman-temannya bercerita kalau wisata disini memang tidaklah boleh hanya menikmati menu itu-itu saja; kopi dan gorengan. Es krim adalah ekstrem yang hanya dengan Rp 5000 menjadi klangenan. “Es Krim tradisional bikinan UMKM yang ada krupuknya,” kata dia.

Bacaan Lainnya

Sebelum senja tiba biasanya para wisatawan ini memang bergerombol di sepanjang jalur Bedakah-Damarkasiyan. Mereka menjadi area ini lalu lintas alternatif dalam perjalanan Semarang-Dieng. Sekaligus alternatif untuk memasok medsos atau anak muda menyebutnya “memberi makan-empan” medsos.  Hari-hari gini memberi makan medsos sama saja memberi makan untuk eksistensi diri sendiri. Sama-sama kenyang dalam perasaan.

Adalah kebun teh tambi, akan selalu banyak cerita berbeda seperti es krim tradisional ini yang disantap diudara dingin dengan kabut memeluk-peluk tipis kulit…

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *