Menikmati Senja, Musik, dan “Dunia Fantasi” di Come See Mie Fest Bandung 2026

TRAVELNESIA, BANDUNG- Datang ke sebuah festival makanan, biasanya identik dengan menjajal aneka menu kuliner, atau menyaksikan penampilan musisi yang jadi bintang tamu. Tapi, ada pengalaman berbeda yang disuguhkan oleh Come See Mie Fest 2026 di Kiara Artha Park, Bandung.

Digelar pada 23–26 Juli, festival ini mengajak pengunjung untuk masuk ke arena “dunia fantasi” bertema Sluurp Away to Sedaap Wonderland. Pengalaman itu sudah terasa bahkan sebelum melangkah ke venue utama.

Pengunjung disambut gerbang raksasa bernuansa wonderland dengan dekorasi yang mencuri perhatian. Salah satu yang paling mencolok adalah instalasi menyerupai pohon hidup dengan mata yang bergerak perlahan, memberi kesan seakan karakter tersebut ikut menyambut setiap orang yang datang.

Setelah melewati gerbang, perjalanan berlanjut ke sebuah lorong imersif yang dipenuhi permainan cahaya dan visual. Lorong ini menjadi transisi sebelum akhirnya pengunjung “masuk” ke dunia Wonderland yang menjadi konsep utama festival tahun ini.

Sesampainya di area utama, setiap pengunjung mendapatkan kartu berisi enam lingkaran kosong yang harus diisi melalui berbagai aktivitas di dalam festival. Masing-masing permainan memberikan satu cap, dan jika seluruh cap berhasil dikumpulkan, kartu tersebut bisa ditukarkan dengan hadiah acak, mulai dari kaus, blind box, hingga sepatu.

Area festival dipenuhi aktivitas yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Ada sesi live drawing yang ramai dipadati pengunjung, Magic Studio, tempat membuat DIY keychain, Magical Dome untuk tantangan mukbang, hingga sudut tarot reading yang tak kalah menarik perhatian.
Di beberapa titik, karakter-karakter fantasi seperti kurcaci dan sosok raksasa berbentuk batang pohon juga berkeliling menyapa pengunjung dan menjadi favorit untuk berfoto.

Suasana Kiara Artha Park sendiri menjadi nilai tambah. Menjelang sore, udara Bandung yang sejuk membuat berjalan mengelilingi area festival terasa nyaman. Saat matahari mulai terbenam, pemandangan danau dengan air mancur menjadi latar yang menenangkan. Memasuki malam, lampu-lampu dekoratif mulai menyala, mengubah area festival menjadi lebih hidup sekaligus fotogenik.

Di atas panggung, deretan musisi lintas generasi bergantian menghibur pengunjung. Mulai dari J-Rocks, Barasuara, The Changcuters, hingga sejumlah penampil lain sukses menjaga suasana tetap meriah sepanjang festival.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *