Inilah Rangkuman Kejadian Bencana Banjir Bali, Apa Kata Gubernur Koster?

TRAVELNESIA.ID, BALI- Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali pada Rabu (10/9) imbas hujan deras yang mengguyur daerah tersebut.
Hingga Kamis (11/9) kemarin, proses evakuasi dan penanganan pascabanjir masih terus dilakukan oleh pihak terkait bersama masyarakat.

CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah fakta terkait banjir besar yang menerjang Pulau Dewata itu sebagai berikut

Bacaan Lainnya

16 Tewas dan 1 Hilang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan total korban meninggal akibat banjir di Bali bertambah dari 14 orang menjadi 16 orang dan semua sudah dievakuasi tim petugas gabungan

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis malam, mengatakan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan laporan tim petugas gabungan yang menyatakan satu dari dua korban hilang berhasil ditemukan sore tadi sehingga, total korban meninggal dunia menjadi 16 orang.

BNPB menyampaikan data kerusakan akibat banjir di sejumlah wilayah Bali. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan jembatan hingga ratusan kios rusak.
“Jadi ada beberapa jalan-jembatan yang rusak. Rumah hanya beberapa unit, kios ruko ada 474 Pasar Badung,” ujar Suharyanto dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025) dilansir detik.com.

Dia mengatakan ada empat wilayah yang terdampak paling parah banjir Bali, yakni Denpasar, Jembrana, Badung, dan Gianyar. Dia berharap kerusakan di wilayah tersebut segera diperbaiki.

Gubernur Bali Wayan Koster membantah banjir besar di Kota Denpasar karena masifnya ahli fungsi lahan.
Koster mengungkapkan tidak ada ahli fungsi lahan di area Denpasar, tetapi ahli fungsi lahan hanya terjadi di kawasan Kuta Utara, Kabupaten Badung, dan di kawasan Kabupaten Gianyar, Bali.

“Enggak juga. Ahli fungsi lahan kan di Badung, di Gianyar. Di Badung kan di daerah-daerah Kuta Utara, ini kan hulu-nya jauh. Bukan ahli fungsi lahan, ini lintasan sungainya kan di Kuta, hilirnya kan di sini,” ujar Koster saat meninjau pembongkaran bangunan di Jalan Sulawesi, Denpasar, Kamis (11/9) sore.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali Made Krisna Dinata alias Bokis membantah pernyataan Koster yang mengatakan tidak ada ahli fungsi lahan di Kota Denpasar.

“Salah satu data atau acuan kami, terkait dengan (ahli fungsi lahan di Denpasar) yang kita lihat dari spasial itu memang ada terbukti dan ada 780 (lebih) hektare itu yang berubah dalam kurun waktu 2018-2023,” ujar Bokis saat dihubungi, Kamis (11/9) malam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *