Rakyat Pati Tahun 1627 Sudah Berani Geruduk Kerajaan Mataram

TRAVELNESIA, PATI- Pati kembali jadi perhatian nasional. Sejumlah warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendapat berbagai serangan dalam aksi memperjuangkan pengesahan RUU Perampasan Aset koruptor di Jakarta. Rakyat Pati diketahui memiliki sejarah perlawanan fisik dan kultural yang panjang, dan itu yang membuat mereka tidak mudah dipatahkan.

Pemblokiran rekening donasi secara sepihak oleh pihak bank atas perintah APH tidak menyurutkan gerakan perjuangan yang dipimpin oleh Supriyanto alias Botok dan Teguh Istiyanto. Begitu juga dengan upaya penangkapan terhadap Botok, pelemparan batu pada kendaraan, hingga munculnya massa tandingan, tidak membuat AMPB menyerah.

Teguh Istiyanto di berbagai platform media sosial menilai sumber permasalahan dan kegaduhan dalam masalah ini adalah DPR RI. Jika DPR RI memang wakil rakyat, tentu RUU Perampasan Aset koruptor akan disahkan sebelum 27 Agustus 2026, sehingga tidak terjadi aksi yang rencananya bakal digelar besar-besaran di Jakarta.

“Namun entah mereka mewakili siapa,” kata Teguh Istiyanto.

Berikut sejarah panjang perlawanan rakyat Pati beserta tokoh-tokohnya, mulai perlawanan militer-politik, perlawanan kultural serta perlawanan intelektual-spiritual.

Adipati Pragola I, Akar Perlawanan Pati
Ini merupakan perlawanan Pati teradap Mataram yang sekaligus menjadi akar tradisi perlawanan rakyat Pati. Pada sekitar tahun 1600, Adipati Pragola mengerahkan pasukan Pati menuju Kerajaan Mataram di masa pemerintahan Panembahan Senopati.

Konflik dipicu perebutan pengaruh di wilayah utara Pegunungan Kendeng yang secara geografis lebih dekat dengan Pati. Rakyat Pati yang dipimpin Adipati Pragola menolak dan melawan ketika kawasan tersebut hendak dikangkangi oleh Mataram.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *