Meski Punya Bandara, Kulonprogo Masih Daerah Termiskin

TRAVELNESIA, KULONPROGO– Kabupaten Kulonprogo saat ini masih menjadi daerah termiskin di Jogja. Kabupaten ini akan mengalami kesulitan mengentaskan diri ditengah situasi ekonomi dan tidak adanya progam unggulan yang digarap secara masif.
Dari total 87 desa dan satu kelurahan di Kulon Progo, 22 di antaranya memiliki topografi lereng dan ada 10 desa yang berada di tepi pantai. Di kampung-kampung nelayan, kemiskinan antara lain disebabkan oleh minimnya kapasitas sumber daya manusia, kurangnya kepemilikan modal, dan tidak mumpuni dalam penguasaan teknologi.
“Disini banyak nelayan (pekerjaannya). Musiman sehingga harus punya pekerjaan sampingan,” kata Teguh Hadi Susilo, warga Kulonprogo pekan lalu.
Menurut dia sejak dulu sampai sekarang Kulonprogo belum memiliki kemajuan apapun. Diakuinya warga di kota ini keterampilan juga terbatas dan banyak daerah pinggiran yang tidak tersentuh pembangunan oleh pemerintah.”Masih banyak pengangguran. Nyari kerja di sini susah. Tidak bisa maju,” kata dia.
Menurut dia keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA seharusnya bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di Kulon Progo juga belum berdampak. Pemerintah kabupaten Kulon Progo belum bisa menghadirkan pengungkit kegiatan ekonomi dengan menyediakan infrastruktur pendukung sebagai daerah transit, termasuk memperbaiki jalan. Bandara hanya sebagai terminal orang pulang pergi maupun wisatawan.

Melansir data BPS, adapun kabupaten/kota lain di DI Yogyakarta, persentase penduduk miskin di urutan dua terbesar adalah Kabupaten Gunung Kidul 14 persen dan Kabupaten Bantul 11 persen.
Persentase penduduk miskin di DI Yogyakarta pada 2025 yakni :
Kabupaten Kulonprogo 14%
Kabupaten Gunung Kidul 14%
Kabupaten Bantul 11%
Kabupaten Sleman 6%
Kota Yogyakarta 6%

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *