TRAVELNESIA, JAKARTA- Ketegangan global akibat ancaman bencana alam maupun buatan manusia membuat sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, serta berbagai negara Eropa mulai mengimbau warganya agar bersiap menghadapi situasi darurat di rumah.
Berdasarkan panduan dari The Economic Times, durasi kesiapsiagaan yang disarankan bervariasi, mulai dari 72 jam hingga sekitar dua minggu, di mana Amerika Serikat bahkan menyiapkan pangkalan militer untuk beroperasi mandiri hingga 90 hari, sementara Inggris memperbarui kampanye Be Ready pada bulan Oktober.
Menghadapi potensi gangguan layanan normal seperti banjir, pemadaman listrik, atau serangan siber, persiapan logistik apa saja yang sebenarnya paling esensial untuk disimpan di rumah agar keluarga tetap aman?
Perlengkapan Medis, Komunikasi, dan Kesiapan Kendaraan
Dilansir The Guardian, penyimpanan darurat yang utama dimulai dari kotak P3K komprehensif yang disarankan oleh John Hudson, kepala instruktur bertahan hidup untuk militer Inggris, serta Will Duffin, seorang dokter umum NHS. Kotak P3K ini harus mencakup perban gulung elastis, pembalut steril, plester, pita zink oksida yang sangat rekat, peniti, gunting berujung tumpul, pinset, tisu antiseptik bebas alkohol, dan sarung tangan.
Untuk kebutuhan keluarga, Duffin menyarankan agar termometer, Calpol, serta obat bebas seperti parasetamol, ibuprofen, antihistamin, Imodium, dan cairan rehidrasi oral turut disiapkan. Selain itu, masyarakat dianjurkan mengikuti kursus pertolongan pertama dasar dari organisasi seperti St John Ambulance atau British Red Cross.
Kelompok barang berikutnya mencakup sarana komunikasi dan pelindung diri darurat:
* Radio bertenaga baterai atau putar tangan (wind-up radio): Sangat berguna saat saluran komunikasi terputus, di mana putaran tangan dapat membangkitkan tenaga baterai sekaligus menyalakan senter atau mengisi daya ponsel. Menurut Hannah Cloke, profesor meteorologi dan ilmu iklim di University of Reading, alat ini sangat sederhana namun efektif.
* Selimut wol dan pakaian tebal: Selimut atau sweter berbahan wol murni sangat diandalkan untuk menjaga kehangatan tubuh sekalipun dalam kondisi basah atau ketika pemanas rumah mati.
* Perlengkapan cadangan mobil: Cloke dan Hudson menyarankan agar pengemudi menyimpan selimut, pakaian hangat, senter, baterai, kabel jumper, sekop kecil, jaket visibilitas tinggi, air, makanan tahan lama, kotak P3K mini, serta kantong tidur serat berongga di bagasi guna mengantisipasi risiko hipotermia jika terjebak di jalan.
* Senter, senter kepala, dan selimut darurat (space blanket): Senter biasa bersama baterai cadangan atau senter kepala bermerek seperti Energizer dan Everbeam membantu menjaga tangan tetap bebas. Sementara itu, selimut berlapis aluminium tipis memantulkan panas tubuh kembali dan memiliki sisi oranye terang untuk memudahkan tim penyelamat mendeteksi korban di luar ruangan.






