TRAVELNESIA, TEMANGGUNG– Kabupaten Temanggung menjadi pusat budidaya unggas berupa ayam khas lokal terbesar di Jawa Tengah. Kota ini sekaligus menciptakan bibit asli ayam lokal yang dipakai sebagai pejantan ayam di nusantara.
Salah seorang peternak asal Temanggung, Teguh (45) membenarkan kalau Temanggung adalah pusat budidaya ayam khas sejak dulu. Varian produk unggas yang asli ada di Kedu misalnya ayam Kedu dan ayam maron yang masing-masing bisa dicetak menjadi pedaging maupun petelur.
“Temanggung memang asal muasalnya sebagian galur ayam di nusantara,” terangnya.
Budidaya yang dilakukan selama ini adalah di balai ternak maron Temanggung. Balai ini milik dinas peternakan provinsi yang dikelola melalui unit dinas setempat. Pemesanan bibit ayam dari sini bisa dilakukan setiap saat.
Sebagian besar warga setempat. Dalam sebulan bisa mendistribusikan lebih dari 5000 bibit ayam berbagai varian.
Ayam Kedu sendiri ada yang varian kedu putih dan kedu hitam. Sedang ayam maron pun demikian ada maron pedaging dan maron petelur.
Saat ini kondisi perekonomian belum stabil sehingga bisnis unggas mengalami dampaknya. Sebagian besar peternak mengalami pula serangan penyakit yang marak terjadi saat pergantian musim. Populasi ayam asal Temanggung yang tersebar disebagian Indonesia sudah berjumlah jutaan ekor. (ham)






