Bagaimana Saluran Air Romawi Kuno Mengalirkan Air ke Atas Bukit?

TRAVELNESIA, JAKARTA- Saluran air Romawi dikenal sebagai teknologi yang mampu mengalirkan air ke kota-kota kuno dengan memanfaatkan gravitasi. Namun, bagaimana orang Romawi mengatasi lembah yang menghalangi jalur air, terutama ketika air harus kembali naik ke sisi yang lebih tinggi?

Salah satu jawabannya adalah sifon terbalik (inverted siphon), sebuah sistem yang memungkinkan air turun ke bagian lembah, kemudian naik kembali ke sisi seberangnya berkat tekanan air.

Sistem ini dapat ditemukan pada saluran air Romawi di Aspendos, wilayah Turki selatan, yang dibangun pada abad kedua Masehi. Para peneliti telah merekonstruksi cara kerjanya melalui simulasi pemodelan virtual.

Memanfaatkan Tekanan Air di Lembah

Untuk membawa air melintasi lembah, orang Romawi membangun sebuah tangki penampung di salah satu sisi dan tangki penerima yang posisinya sedikit lebih rendah di sisi lainnya. Di antara kedua tangki tersebut, mereka membangun dua menara di kawasan lembah.

Menurut Paul Kessener, peneliti di Departemen Studi Bahasa dan Budaya di Radboud University, Belanda, yang menjelaskan sistem tersebut dalam artikel yang diterbitkan pada 2000 di Journal of Roman Archaeology, susunan ini memungkinkan air melewati lembah tanpa harus mengikuti jalur yang menanjak secara langsung.

Cara kerjanya dimulai ketika air mengalir turun melalui bagian saluran yang curam. Penurunan itu menghasilkan tekanan yang mendorong air naik melalui menara pertama. Setelah melewati puncak menara, air kembali turun dengan tajam di sisi lainnya.

Gaya dari aliran air tersebut kemudian memungkinkan air naik melalui menara kedua. Setelah mencapai tangki penerima di sisi seberang lembah, air dapat melanjutkan perjalanan menuju kota Aspendos.

Dengan demikian, air tidak benar-benar melawan gravitasi untuk terus mendaki bukit. Sistem tersebut memanfaatkan tekanan yang terbentuk ketika air turun, sehingga air dapat naik kembali ke bagian saluran yang lebih tinggi.

Mengapa Udara Tidak Boleh Terperangkap?

Agar sifon terbalik berfungsi dengan baik, para insinyur Romawi perlu mencegah terbentuknya kantong udara di dalam saluran. Udara yang terperangkap dapat mengganggu aliran air.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *