TRAVELNESIA, Jakarta – Cuaca ekstrem mulai menguji daya tahan wisata alam di Indonesia. Air terjun Pancur Aji di Sanggau sempat tutup karena kekeringan, sementara Tirta Lebak Buana di Lebak menghadapi penurunan kunjungan.
Kedua destinasi kini tetap beroperasi dengan menyesuaikan kondisi lapangan. Pengelolanya menilai perubahan cuaca berdampak langsung pada aliran air dan minat pengunjung.
Pancur Aji terletak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Daya tarik utamanya adalah air terjun tiga tingkat dengan dasar bebatuan dan kawasan hutan alami.
Pengunjung dapat menikmati aliran air terjun dan mandi di suasana alam yang sejuk. Pancur Aji juga menyediakan camping ground, area kegiatan keluarga, dan fasilitas wisata lainnya.
“Untuk kesannya yang pertama ke Pancur Aji, satu yang pasti jauh dari hiruk-pikuk kota. Jadi begitu mereka masuk, sudah merasakan dinginnya alam ditambah lagi aliran air air terjunnya bisa sambil mandi, macam-macam,” ucap Nur dalam percakapan bersama Pro 3 RRI, Minggu, 4 Oktober 2028.
Pengunjung juga bisa melakukan kegiatan seperti memanah dan menyumpit saat datang bersama keluarga ataupun berkelompok. Dalam situasi normal, Pancur Aji bisa mendapat sekitar 300 hingga 400 pengunjung pada hari biasa.
Namun, kemarau panjang membuat debit air di Pancur Aji terus menurun hingga aliran air menghilang. Kondisi tersebut memaksa pengelola menutup destinasi selama tiga minggu.
Pancur Aji kini kembali dibuka, meski aliran air belum mencapai kondisi normal. Nur menyebut curah hujan di kawasan itu masih rendah karena hujan baru turun sekali pekan ini.
Kabut juga masih menyelimuti kawasan wisata tersebut. Jarak pandang di ketinggian tertentu hanya mencapai sekitar satu kilometer.






