TRAVELNESIA, BALI– Kawasan Benoa, Bali, terus dipersiapkan menjadi salah satu pusat wisata maritim unggulan. Di balik pengembangan kawasan tersebut, penataan infrastruktur menjadi bagian penting agar aktivitas pariwisata, energi, dan kelautan dapat berjalan beriringan.
Langkah terbaru dilakukan Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) dengan memindahkan Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) dari area Bali Cruise Ship Terminal (BCST) Benoa menuju Area Pengembangan 2 (AP2).
Pemindahan dua fasilitas energi terapung tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat wisata maritim yang terintegrasi dengan berbagai infrastruktur pendukung.
Relokasi dilakukan bukan sekadar untuk menata area pelabuhan. Penempatan fasilitas energi juga disesuaikan dengan rencana pengembangan kawasan wisata sehingga aktivitas kapal pesiar dan kegiatan maritim lainnya dapat berkembang secara lebih optimal.
Sub Regional Head Sub Regional Bali Nusra Regional 3 Pelindo, Fariz Hariyoso, mengatakan penataan fasilitas energi tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan BMTH sebagai destinasi wisata maritim berkelas dunia.






