TRAVELNESIA, SEMARANG- Sebagai pengenalan singkat, Antawirya Undip merupakan tim mobil hemat energi di bawah naungan Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.
Mengambil nama kecil Pangeran Diponegoro, Antawirya Undip membawa semangat keberanian, pengabdian, dan perjuangan sebagai pijakan tim dalam mengembangkan teknologi kendaraan berkelanjutan.
Pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang diadakan di Universitas Jember beberapa hari yang lalu (1–4 Oktober 2026), Antawirya Undip bersama dua mobil andalannya, Rondhan ICE dan Rondhan EV, kembali meraih double podium Juara 1 pada kategori Prototipe Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline dan Juara 1 kategori Prototipe Motor Listrik—mengulang pencapaian manis mereka di KMHE 2025.
Berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, efisiensi tim Antawirya pada KMHE 2026 melonjak sangat signifikan. Pada kategori Prototipe Motor Listrik, Rondhan EV berhasil meningkatkan efisiensi energinya dari 708,95 km/kWh pada KMHE 2025 menjadi 880,41 km/kWh pada KMHE 2026.
Sementara itu, pada kategori Prototipe Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline, Rondhan ICE mencatatkan lonjakan efisiensi hingga dua kali lipat, dari 823,79 km/liter pada KMHE 2025 menjadi 1.619,7 km/liter pada KMHE 2026. Angka tersebut secara kasar setara dengan jarak Jakarta–Surabaya pulang-pergi sekaligus menjadi rekor baru efisiensi energi di Indonesia.
Perjalanan di balik pencapaian ini tentu tidak mudah. Prestasi ini merupakan buah dari dedikasi tanpa henti seluruh anggota tim yang mengorbankan waktu dan tenaga di garasi serta laboratorium—saksi bisu kerja keras riset mendalam untuk mengembangkan teknologi kendaraan berkelanjutan dengan efisiensi maksimal.
Prestasi gemilang ini sekaligus menjadi bukti nyata konsistensi Tim Antawirya dalam mempertahankan performa di berbagai ajang bergengsi.
Ketangguhan riset mereka tidak hanya teruji di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional dengan keberhasilan meraih gelar Juara 2 Kategori Prototype Internal Combustion Engine (ICE) dan Juara 4 kategori Prototype Battery-Electric pada ajang Shell Eco-marathon (SEM) Qatar 2026, yang mengantarkan mereka menuju ajang Global Championship tahun depan.
Usainya euforia kemenangan ini menandai mulainya perjuangan baru. Persiapan panjang telah menanti untuk kompetisi berikutnya: Shell Eco-marathon 2027 & Shell Eco-marathon Global Championship. Evaluasi dan pengembangan teknologi baru akan kembali dilakukan di garasi demi terus memecahkan rekor dan menembus batas efisiensi energi yang lebih tinggi.
Kendati demikian, proses riset yang intensif dan berkelanjutan ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Tingginya kebutuhan pengembangan kendaraan masa depan menuntut kolaborasi yang kuat. Dukungan moral maupun material dari universitas, pemerintah, hingga mitra industri sangat diharapkan agar dedikasi para mahasiswa ini tidak terhenti di tengah jalan.
Sebagai penutup, ada harapan besar yang melampaui deretan piala dan podium kemenangan. Segala kerja keras, waktu, dan tenaga yang telah dicurahkan dalam riset ini diharapkan tidak sekadar menjadi pajangan garasi, melainkan dapat terus disempurnakan dan diimplementasikan secara nyata bagi kemajuan teknologi kendaraan berkelanjutan di masa depan.






