Selembar Kain Bermotif Cukup untuk Mengecoh Kamera Pengawas AI

TRAVELNESIA, JAKARTA- Seorang desainer asal Jerman, Simon Weckert, membuat sebuah kemeja yang dirancang untuk mengecoh sistem kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi manusia. Kemeja bernama “Digital Camouflage” ini memiliki pola abstrak dengan kombinasi warna hijau, merah muda, dan oranye yang terlihat cukup mencolok bagi mata manusia. Pola ini bisa dibilang mirip sirip ikan atau reptil yang memiliki warna unik, atau kipas lipat tradisional hingga jamur berpendar yang ditumpuk secara simetris. Namun, pola tersebut dirancang sedemikian rupa untuk mengacaukan cara kerja sistem computer vision atau AI ketika mengenali sosok manusia.
Dalam demonstrasi di akun Instagram pribadi Weckert, ia menunjukkan bahwa sistem AI kamera pengawas yang terpasang di kota tempat uji coba, yaitu Berlin, Jerman, menampilkan label “Person” atau “Manusia” pada orang-orang yang tertangkap kamera.
Nah, ketika seseorang mengenakan kemeja Digital Camouflage, sistem tersebut tampak gagal memberikan label “Person” pada pemakainya. Lantas, bagaimana sebenarnya cara kemeja ini bekerja?
Weckert menjelaskan bahwa ia juga menggunakan AI dalam proses pembuatan kemeja ini. Artinya, AI dipakai untuk “menangkal” AI juga. AI yang digunakan adalah sistem pendeteksi objek YOLO (You Only Look Once) yang bersifat open source. Pola pada kemeja dibuat menggunakan teknik yang dikenal sebagai adversarial attack, yaitu metode untuk memanipulasi tampilan sebuah objek sehingga sistem AI salah mengenalinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *