Sensasi di Kebun Kopi Sambil Seruput Kopi

Kepahiang – Berkemah dengan pemandangan alam merupakan hal yang biasa. Namun, bagaimana kalau berkemah di tengah kebun kopi, mungkin punya sensasi berbeda. Wisatawan bisa menikmati suasana berada di tengah kebun kopi sembari menyeruput kopi. Wisata yang berasa di Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, menawarkan pengalaman itu.

Kepala Dasa Batu Ampar, Herwan Iskandar mengatakan perkemahan di areal perkebunan kopi sengaja dilakukan agar bisa menarik wisatawan berkunjung ke Desa Batu Ampar yang memiliki produk unggulan kopi. Wisatawan tidak hanya berkemah, mereka juga mendapat edukasi cara menanam kopi.

“Sebagai langkah awal agar bisa menarik perhatian wisatawan datang ke Batu Ampar dan mengetahui cara pola tanam petani dalam menjaga ekosistem hutan bisa terjaga dengan baik, kita gelar kemping hijau di kebun kopi, sambil minum kopi di bawah pohon kopi,” kata Herwan, Minggu (15/10/2023).

Herwan menjelaskan pihaknya telah menyediakan lokasi berkemah tidak jauh dari kantor desa. Di tengah kebun kopi dan pohon aren, di lokasi ini juga disediakan fasilitas air dan MCK untuk wisatawan.

“Pengunjung yang datang ke lokasi kemah hijau ini bisa membawa kendaraan sampai pada pos penjagaan, dan disediakan parkiran yang dijaga warga desa, di lokasi perkemahan juga disediakan MCK dan Musholla,” jelas Herwan.

Herwan menambahkan, Desa Batu Ampar memiliki jargon Desa tangguh iklim dan Desa tangguh pangan ini, memiliki banyak produk olahan lokal yang bisa menjadi buah tangan bagi wisatawan yang datang berkunjung.

“Selain berkemah, wisatawan yang datang juga diberikan edukasi cara mengolah berbagai produk lokal yang ada di desa, seperti halnya pembuatan gula aren hingga pengolahan keripik daun kopi,” ungkap Herwan.

Sementara itu, salah satu pengunjung yang mengikuti kemah hijau, Eni Lestari mengaku tertarik berkemah di areal perkebunan kopi karena merupakan pengalaman baru baginya.

“Seru, selain ini pengalaman baru, kita yang berkemah juga diajak melihat langsung berbagai macam pengolahan produk lokal desa, tadi kita ikut membuat langsung cara pembuatan gula aren,” papar Eni.

Hal senada juga diungkapkan Tasya yang mengaku baru pertama kali mencoba kecombrang dibuat menjadi stik, termasuk stik rebung yang selama ini hanya dijadikan campuran memasak ikan.

“Warganya kreatif dalam mengolah produk lokal, dari hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, siapa kira kecombrang juga bisa menjadi cemilan saat berkemah,” tutup Tasya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *