Lestarikan Budaya, Lomba Pacuan Kuda Digelar di Sumba Timur

TRAVELNESIA.ID – Dalam rangka melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong perekonomian daerah, Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil NTT II, Stevano Rizky Adranacus menggelar lomba pacuan kuda Sahabat Stevano di Kecamatan Lewa, Sumba Timur. “Selain menjadi daya tarik untuk wisatawan, lomba pacuan kuda ini memiliki makna historis dan kultural bagi warga Sumba. Saya kira kita seluruh generasi muda Sumba harus tetap merawat budaya luhur ini,” kata Stevano kepada wartawan, Jumat (25/8/2023). Putra politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Herman Herry ini berharap, lomba pacuan kuda Sahabat Stevano bisa mendorong semangat peternak kuda dan merawat kuda pacu bagi warga Sumba.

Pasalnya, permintaan kuda pacu semakin meningkat di Kecamatan Lewa. Stevano juga mendorong agar kedepannya budaya pacuan kuda ini harus dipromosikan secara masif agar menarik wisatawan untuk datang ke Sumba. ”Kita semua membuka perspektif bersama, untuk melihat Budaya Pacuan Kuda sebagai potensi ekonomi yang memiliki dampak, baik langsung atau tidak langsung, bagi perekonomian masyarakat Sumba,” terang Wakil Bendahara Umum Banteng Muda Indonesia ini. Lomba Pacuan Kuda Sahabat Stevano dibuka langsung Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing. Dalam sambutannya, Khristifel mengapresiasi gelaran lomba ini.

Menurutnya, sosok Stevano bisa menjadi inspirasi bagi seluruh anak muda Sumba untuk selalu mencintai budaya lokal. “Kuda itu bagi orang Sumba adalah kawan seperjalanan sehingga merawat kuda adalah sesuatu yang mulia bagi orang Sumba. Terima kasih kepada Bapak Stevano atas pergelaran lomba yang meriah ini,” ucapnya. Ketua Panitia Pelaksana Lomba Umbu Mbora menjelaskan, Lomba Sahabat Stevano ini memperlombakan 12 kelas dengan total 523 ekor kuda yang datang dari seluruh daratan Sumba. Lomba ini tidak sekedar mencari juara belaka. Kegiatan ini meningkatkan persatuan dan meningkatkan nilai jual kuda, serta menjadi daya tarik wisata ke Sumba. ”Lomba pacuan kuda Sahabat Stevano ini kita lakukan untuk mempromosikan kegiatan tradisional menarik wisatawan ke Sumba,” katanya.

SUMBER: SUMBA TIMUR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *