Dorong Kunjungan Wisatawan ke Boyolali, PT Kunci Jaya Indonesia Investasikan Rp 80 Miliar

Kawasan Simpang perkotaan di Boyolali

TRAVELNESIA.ID, BOYOLALI- PT Kunci Jaya Indonesia bakal melakukan investasi skala besar di Kabupaten Boyolali. Langkah ini menambah deretan hotel di kota penghasil susu sapi ini dalam memajukan ekonomi daerah. Rencananya, hotel dirancang dengan mengedepankan konsep Hutan kota di kawasan emas kota Boyolali.
Boyolali sendiri dipilih mengingatkan tingginya semangat pemerintah daerah setempat dalam mendukung iklim berinvestasi dalam masa mendatang. Direktur Utama PT Kunci Jaya Indonesia Rivando Wirjadi menyebutkan investasi di Boyolali menjadi salah satu langkah tahun 2026 untuk mendukung investasi daerah. “Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah kabupaten Boyolali yang demikian besar, langkah itu yang membuat kami bersemangat melakukan investasi besar-besaran disini,” katanya.
Rivando sendiri merupakan putra daerah kabupaten Boyolali yang ingin mendedikasikan diri untuk membangun kampung halamannya. Investasi yang direncanakan senilai Rp 80 miliar tersebut diyakini akan mendongkrak kunjungan wisatawan untuk datang ke Boyolali maupun akses layanan usaha penunjang lainnya.

Perusahaan ini dengan pengalaman panjang dalam mengelola perhotelan dan wisata di Indonesia memiliki peta biru mempercepat laju ekonomi lokal. PT Kunci Jaya Indonesia merancang hotel yang dibangun dikawasan emas di kota Boyolali tepatnya di jalan pandanaran 166 kelurahan banaran dikenal dengan Simpang Siaga yang mengangkat konsep peduli lingkungan.
Portopolio Green hotel yang dimiliki oleh PT Kunci Jaya Indonesia antara lain Hotel Dafam Wonosobo dan Halo Sustainable Resort Karimunjawa. Perusahana ini berkomitmen mendirikan hotel di Boyolali sebagai eco-friendly hotel atau sustainable hotel akan menjadi pilot project di Boyolali.

Bacaan Lainnya

Langkah Ini merupakan konsep perhotelan yang mengedepankan praktik-praktik ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Kami melihat investasi pro lingkungan lah yang kedepan menjadi arah investasi nasional,” jelasnya.
Dalam penerapannya tentu hotel ini berusaha meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan melalui berbagai strategi yang meliputi pengelolaan energi, air, dan limbah secara efisien serta penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep hotel ini telah menjadi lebih populer dan diterapkan oleh beberapa hotel di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Bupati Boyolali Agus Irawan mendukung penuh masuknya investasi perhotelan di daerahnya. PT Kunci Jaya Indonesia yang berinvestasi dengan membangun Hotel bintang 4 dipastikan akan dipermudah perijinannya.
Menanggapi banyaknya masuknya investasi tersebut, Bupati Agus Irawan mengaku bersyukur Boyolali dipercaya menjadi tujuan investasi perusahaan-perusahaan besar.
Seperti diketahui, realisasi investasi di Kabupaten Boyolali sepanjang tahun 2025 mencapai Rp3,29 triliun atau melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Boyolali, Dwi Sundarto, mengatakan capaian investasi tersebut berdasarkan rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Target RPJMD investasi Boyolali sebesar Rp 1,89 triliun, sementara realisasi hingga akhir 2025 mencapai Rp 3,29 triliun.
Dari total realisasi investasi tersebut, sebanyak 70.624 tenaga kerja terserap dari 19.591 proyek yang berjalan di Boyolali. Sektor industri manufaktur menjadi penyumbang terbesar investasi diantaranya pembangunan pabrik Wanhe, Adilmart, dan industri lainnya. Dwi memerinci realisasi investasi per triwulan. Pada triwulan I 2025 tercatat sebesar Rp 1,01 triliun, triwulan II Rp 0,63 triliun, triwulan III Rp 1,08 triliun, dan triwulan IV Rp 0,58 triliun.(bay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *